Senin, 30 November 2020

Aku Pergi untuk Kembali

     


Selama kurang lebih dua bulan terakhir aku tidak pernah menulis sama sekali. Bila pertanyaan yang muncul kemudian ada atau tidak keinginan? Tentu jawabnya selalu ada. Apalah daya, rutinitas baru sebagai mahasiswa semester awal membuat keadaan berubah total. Perubahan tersebut tentu saja membawa dampak bagi fisik dan psikologis. Pada sisi fisik berupa rasa capek dan pusing yang luar biasa. Kesehatan fisik harus tetap dijaga, jangan sampai jatuh sakit. Bila jatuh sakit tidak hanya akan berakibat buruk bagi perjalanan studi namun juga pekerjaan disisi yang lain. Secara psikologis ada tanggungjawab baru yang harus diselesaikan, yakni berupa peningkatan kualitas akademik. Kawan-kawan lain yang yang tidak berprofesi sebagai pengajar juga merasakan hal yang sama. Bahkan sangat mungkin beban mereka lebih berat, antara lain kesulitan mengikuti materi perkuliahan dan mencari referensi.

Ada sebuah tantangan tersendiri melanjutkan studi namun tetap bekerja. Satu sisi sebagai pengajar tentu sangat berkeinginan momen untuk meninggal ketertinggalan kualitas akademik, namun pada sisi yang lain juga harus tetap maksimal dalam menyelesaikan pekerjaan. Kedua target harus tetap berjalan seimbang. Bila pekerjaan dikalahkan tentu tidak baik buat masa depan. Lebih parah lagi bagaimana nanti pertenggungjawaban didepan pengadilan Allah. Seandainya studi tetap santai saja yang penting lulus dan dapat ijazah, tentu ada beban tersendiri. Bisa saja keseharian setelah lulus kuliah dilalui dengan rasa malu dan penyesalan. Malu merasa tidak pantas dan menyesal sebab tidak memanfaatkan kesempatan belajar dengan maksimal.

Berangkat dari ini semua maka terpaksa meninggalkan sang pujaan hati yakni, blog. Lama sekali blog ini tidak aku diisi dengan tulisan-tulisan dari rangkian ide yang aku miliki. Bahkan menengokpun tidak. Sungguh malang nasibmu wahai blog. Bersabarlah, aku pergi untuk sementara dan pasti kembali. Perlu engkau ketahui, kepergianku bukan lari dari kenyataan tapi untuk mencari bekal. Suatu saat nanti aku akan kembali dengan setumpuk referensi, segudang ide, dan rangkaian kalimat yang indah dan penuh arti. Aamiin