Sering kali kita kabur dalam memaknai antara kebutuhan hidup dan gaya hidup. Akibatnya merasa berat dalam menjalaninya.
Benarkah hidup mahal?
Jawabannya bisa iya namun bisa juga tidak.
Semua tergantung perspektif yang dibangun. Kembali kepada ilmu hakekat menjadi salah satu kuncinya.
Kebutuhan hidup pada awalnya hanya sandang, pangan dan papan. Seiring dengan perubahan zaman terjadi penambahan berupa transportasi, komunikasi dan rekreasi. Kebutuhan hidup tersebut sebetulnya dapat dipenuhi dengan biaya yang murah.
Sandang, kembalikan kepada tujuan utama yakni menutup aurat. Pakaian yang menutup aurat bisa didapatkan dengan harga yang murah. Lain hal bila yang dikejar trend. Pakai yang sedang ngetrend tentu dibanderol harga yang lebih mahal. Bisa saja berdalih pakaian mahal lebih nyaman dipakai. Saya kira hal itu hanya soal kebiasaan saja.
Papan, hakekat tempat tinggal adalah berlindung dari terik matahari dan hujan. Rumah merupakan tempat istirahat setelah bekerja. Rumah hanyalah tempat berteduh.
Rumah bisa saja dibangun dengan prinsip-prinsip kesederhanaan. Maknanya, untuk membuat rumahku adalah surgaku tidak harus terlihat mewah. Namun, lebih kepada terwujudnya keluarga yang sakinah, mawadah dan warrohmah. Seluruh anggota keluarga saling menyayangi satu sama lain. Anak taat dan patuh pada orang tua. Orang tua menyayangi anak-anaknya. Istri melayani suaminya. Suami yang selalu mengayomi istrinya. Lantunan kalimah thoyibah sering diperdengarkan.
Rumah mewah bukan jaminan seorang suami ingin cepet-cepet pulang setelah bekerja. Anak-anak betah dirumah dan lain sebagainya.
Pangan, bicara soal makanan dan minuman yang perlu menjadi titik fokus bukan lagi pada soal rasa ataupun gaya. Makanan dan minunam sehat tidak harus mahal. Banyak yang bagus bagi tubuh dapat diperoleh dengan harga murah. Jangan sampai enak yang dikonsumsi berakibat buruk bagi kesehatan.
Selain itu, perlu diperhatikan juga kadar ke halalannya. Halal dikonsumsi harus tetap menjadi titik perhatian. Sebab dalam Islam tidak semua makanan dan minuman halal untuk dikonsumsi.
Saat ini Transportasi, komunikasi dan rekreasi memang menjadi kebutuhan dasar hidup manusia. Tanpa kehadiran ketiganya hidup terasa ada yang kurang. Namun bukan berarti dalam pemenuhan ketiga membutuhkan biaya yang besar.
Transportasi, alat transportasi saat ini sudah begitu banyak jenisnya. Alat transportasi tidak harus dimiliki namun bisa saja hanya menyewa atau yang lain. Saat ini banyak sekali alat transportasi publik dengan harga terjangkau. Orang cukup menggunakan jasa transportasi baik offline atau online.
Komunikasi, perkembangan teknologi informasi yang luar biasa membuat semua orang membutuhkannya. Alat komunikasi banyak dimanfaatkan baik dalam pendidikan, pekerjaan, jalinan sosial dan lain sebagainya.
Begitu banyak alat komunikasi dengan harga yang murah, namun dilengkapi dengan fasilitas lengkap. Dalam pembelian alat komunikasi memang harus kembali kepada kebutuhan bukan pada trend. Jika trend yang dikejar tentu butuh merogoh kocek banyak untuk membelinya.
Rekreasi, media rekreasi sudah begitu variatif. Begitu banyak ditawarkan kemudahan dan kemurahan. Orang tidak perlu lagi datang ke lokasi misalkan ingin menikmati wahana wisata tertentu. Semuanya bisa dinikmati dari tempat yang jauh serta dalam dimensi waktu yang berbeda.
Upaya kembali kepada paradigma lama menjadi hal yang tak bisa tawar lagi. Paradigma lama sudah mapan dengan prinsip-prinsip positif yang dibawanya.
Kalau bisa murah, mengapa harus mahal?
tulisan menarik
BalasHapus