Minggu, 05 Juli 2020

MERAWAT KITAB SUCI LAPUK

MERAWAT KITAB SUCI LAPUK


Orang tua ibarat kitab suci yang lapuk. Sekilas memang tidak bermanfaat. Satu hal yang perlu digaris bawahi jasanya begitu besar dalam kehidupan kita.

Miris rasanya menyaksikan orang tua yang sudah lanjut usia namun tidak mendapatkan perlakuan yang pantas. Si anak yang dulu dirawat dan dibimbing sejak masih bayi kini telah menjadi orang sukses dalam profesinya. Berdalih sibuk dengan pekerjaan mengaku tidak sempat merawat orang tuanya. Bahkan, demi memenuhi hasrat besarnya bekerja dimasukanlah orang tuanya kedalam panti jompo.

Kembali kenalar waras, pernahkah orang tua merasa direpotkan? Saya rasa tidak. Mari kita buka memori yang sudah lama tertutup.

Orang tua selalu stanby dalam memenuhi kebutuhan anak. Orang tua tidak pernah merasa terbebani saat anak bangun malam, entah karena lapar minta di susui ataupun karena ngompol. Padahal seharian mereka tidak memiliki cukup waktu untuk istirahat. Belum lagi saat si anak sakit terus menangis sepanjang malam. Bahkan bisa berhari-hari. Mungkinkah orang tua dapat tidur nyenyak? Tentu tidak. Saat itu mereka harus tetap terjaga, si ibu menggendong dan ayah tetap setia menemaninya. Ayah tetap bekerja dari pagi sampai sore dan ibu melakukan pekerjaan rumah sambil menggendong anaknya. Mata mengantuk dan imun tubuh mulai menurun tetap mereka tahan. Rutinitas harian tetap dilakukan. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Semua demi anak tersayang.

Setelah membuka memori, pantaskah sang pahlawan kita campakkan?

Wajar rasanya, saat orang tua sudah menua dirawat. Ingat! Sehebat apapun kita merawat, tidak mungkin dapat mengimbangi atas apa yang sudah kita terima.

Mereka hanya ingin dekat dengan cucu-cucunya. Melihat anak dan cucunya hidup bahagia itu sudah cukup. Menyaksikan anak dan cucunya tertawa sudah merupakan hal yang luar biasa. Mereka tidak minta makan enak, pakaian bagus, dan kendaraan bagus seperti kita dulu.

Berilah kesempatan itu pada mereka. Menghabiskan masa tua dengan rutinitas ibadah Bersama anak dan cucunya.

Ya Allah, sayangilah orang tuaku sebagaimana dulu mereka menyayangi kami diwaktu kecil.

Aamiin.

Tulungagung, 6 Juli 2020.


2 komentar: