MERAWAT KITAB SUCI LAPUK
Orang tua
ibarat kitab suci yang lapuk. Sekilas memang tidak bermanfaat. Satu hal yang perlu
digaris bawahi jasanya begitu besar dalam kehidupan kita.
Miris rasanya
menyaksikan orang tua yang sudah lanjut usia namun tidak mendapatkan perlakuan
yang pantas. Si anak yang dulu dirawat dan dibimbing sejak masih bayi kini
telah menjadi orang sukses dalam profesinya. Berdalih sibuk dengan pekerjaan mengaku
tidak sempat merawat orang tuanya. Bahkan, demi memenuhi hasrat besarnya bekerja
dimasukanlah orang tuanya kedalam panti jompo.
Kembali kenalar
waras, pernahkah orang tua merasa direpotkan? Saya rasa tidak. Mari kita buka
memori yang sudah lama tertutup.
Orang tua
selalu stanby dalam memenuhi kebutuhan anak. Orang tua tidak pernah merasa
terbebani saat anak bangun malam, entah karena lapar minta di susui ataupun karena
ngompol. Padahal seharian mereka tidak memiliki cukup waktu untuk istirahat. Belum
lagi saat si anak sakit terus menangis sepanjang malam. Bahkan bisa
berhari-hari. Mungkinkah orang tua dapat tidur nyenyak? Tentu tidak. Saat itu
mereka harus tetap terjaga, si ibu menggendong dan ayah tetap setia
menemaninya. Ayah tetap bekerja dari pagi sampai sore dan ibu melakukan
pekerjaan rumah sambil menggendong anaknya. Mata mengantuk dan imun tubuh mulai
menurun tetap mereka tahan. Rutinitas harian tetap dilakukan. Seolah-olah tidak
terjadi apa-apa. Semua demi anak tersayang.
Setelah
membuka memori, pantaskah sang pahlawan kita campakkan?
Wajar rasanya,
saat orang tua sudah menua dirawat. Ingat! Sehebat apapun kita merawat, tidak
mungkin dapat mengimbangi atas apa yang sudah kita terima.
Mereka hanya
ingin dekat dengan cucu-cucunya. Melihat anak dan cucunya hidup bahagia itu
sudah cukup. Menyaksikan anak dan cucunya tertawa sudah merupakan hal yang luar
biasa. Mereka tidak minta makan enak, pakaian bagus, dan kendaraan bagus
seperti kita dulu.
Berilah kesempatan
itu pada mereka. Menghabiskan masa tua dengan rutinitas ibadah Bersama anak dan
cucunya.
Ya Allah, sayangilah
orang tuaku sebagaimana dulu mereka menyayangi kami diwaktu kecil.
Aamiin.
Tulungagung,
6 Juli 2020.

Mantul mas..setuju saya
BalasHapusKarena orang tua yang sangat berjasa
Speecless
BalasHapus