“ Jalan tengah menjadi aspek penting dalam meraih capaian pembelajaran
daring”
Masih dengan pembelajaran DARING. Ya, itu yang bisa dilakukan oleh
mayoritas pendidik di Lembaga pendidikan. Masih tingginya penyebaran Covid-19
membuat pendidik tidak punya pilihan lain.
Pembelajaran daring bukan sekedar memindah pembelajaran manual
menjadi online. Lebih dari itu. Ada banyak PR besar yang harus
diselesaikan. Sebab aktifitas pembelajaran harus bertarung dengan konten lain
yang lebih menarik perhatian pelajar.
Saat ini, secara garis besar tugas pendidik dapat diklasifikasikan
menjadi 3 yakni capaian pembelajaran, menjaga stabilitas motivasi peserta didik
dan mampu berdampingan dengan teknologi.
Capaian pembelajaran merupakan hal yang harus tetap diperhatikan
ditengah semua keterbatasan. Namun satu hal yang perlu digaris bawahi, bukan
berarti boleh memilih cara-cara yang kaku dan memaksa. Keputusan memiliih
cara-cara yang kaku dan memaksa bukan lagi akan mendekatkan pada capaian
pembelajaran justru sebaliknya. Pilih cara-cara yang lebih humanis. Ketepatan
menentukan cara tentunya akan berpengaruh pada keefektifan proses. Jangan
sampai focus yang berlebihan justru menjadi penyebab semakin jauh dari capaian
pembelajaran.
Demi mendapatkan pembelajaran yang efektif dan efesien jangan hanya
menggunakan kacamata pendidik. Pertimbangkan kondisi ekonomi, psikologi, dan
konteks siosial peserta didik.
Merogoh kocek dalam jumlah yang besar untuk membeli kuota internet.
Mungkin saja bukan masalah besar bagi pendidik. sebab, setiap bulan mendapatkan
gaji. Lalu bagaimana dengan peserta didik? Mayoritas dari mareka belum mandiri
dari sisi keuangan. Mungkin saja usaha orang tuanya sedang macet, baru saja di
PHK, belum lagi sederet masalah ekonomi dalam keluarga.
Perlu ketepatan dalam memilih media, mengemas materi, dan mengontrol
proses. Pemilihan media yang lebih familier menjadi penting. Jangan pilih media
yang dianggap asing oleh peserta didik. Disamping itu, juga perlu mempertimbangkan
kuota internet serta kekuatan signal yang dibutuhkan.
Mengemas materi yang mudah dan menarik menjadi aspek penting yang tak
boleh diabaikan. Efektifkah? Misalkan seluruh materi hanya disajikan berupa
bacaan. Sulit rasanya mengharapkan itu
terjadi. saat ini dirumah mereka sedang enjoy dengan gadged-nya. Tiba-tiba
dibebani tugas membaca materi yang begitu banyak. Mustahil rasanya mampu
meninggalkan gadged-nya untuk kemudian membaca dengan serius. Membahas konteks
ini, dibutuhkan kreatifitas pendidik dalam menyajikan materi yang dikemas dalam
bentuk lain, misalnya audio dan ppt. Mengapa video tidak menjadi pilihan? Tentu
karena mempertimbangkan biayanya.
Ketepatan pendidikan dalam mengemas materi akan memberikan
sumbangan besar dalam upaya meraih capaian pembelajaran. Materi yang dikemas
dengan begitu menarik dan mudah dipelajari akan membuat peserta didik tidak
lekas bosan.
Realitanya ada aspek sosial keluarga yang ikut mempengaruhi. Mungkin
saja situasi dan kondisi sosial keluarga sedang tidak kondusif. Masih banyak
orang tua yang menganggap pembelajaran daring sebagaimana halnya hari libur. Anak
yang seharusnya lebih banyak focus dengan belajar, dibebani dengan sederet
pekerjaan dirumah.
Memang dibutuhkan energi besar, pemikiran yang cemerlang dan waktu
yang lebih lama untuk memikirkan semua itu. Percaya ataupun tidak, saat semua
itu menjadi kebiasaan dengan sendirinya akan mengalir seperti air disungai. Bisa
saja keseriusan dan ketekunan mendesain pembelajaran daring membuat
pembelajaran lebih efektif dan efisien dari sebelumnya.
Sebagai bagian penting dalam pendidikan harus tetap sigap dengan semua
bentuk perubahan baik yang sudah terprediksi ataupun belum. Berbekal kebiasaan
dalam pembelajaran daring sangat mungkin menjadi modal kedepan. Bukan tidak
mungkin pembelajaran kedepan akan menggunakan system digital. Saat hal itu
benar-benar terjadi, maka nilai lebih bagi seorang pendidik.
Tulungagung, 16 September 2020

Mantab Bapak. Adalah PR besar untuk mempertimbangkan segala aspek dan kondisi dalam masa yang berat untuk tidak memperberat lagi. Dan tetap pada koridor capaian disertai rasa humanis.
BalasHapusBetul pak...g hanya butuh energi yg besar
BalasHapusTetapi kesabaran jg harus disiapkan sebanyak2nya
Sahe pak yai.... mantabb
BalasHapus