Rabu, 26 Agustus 2020

DINAMIKA MENYIAPKAN PROPOSAL STUDI LANJUT

 


Tahun ini mendadak ada keputusan lanjut studi. Ada beberapa hal yang memang menjadi dasar pertimbangan. Misalkan diberi pertanyaan, apakah sudah siap? Tentu jawabnya “belum siap”. Bagi saya kesiapan itu bisa berjalan seiring waktu dan kebutuhan. Kesiapan biasanya terbentu saat ada tuntutan. Hal ini memang kebiasaan yang dapat dikategorikan buruk. Namun, semua butuh proses untuk mereduksi kebiasaan yang tidak baik tersebut.

 Pada saat membuka brosur pendaftaran mahasiswa baru. Salah satu persyaratannya berupa proposal disertasi. Proposal disertasi ini selain sebagai syarat administratif juga akan menjadi bahan ujian.

Ditengah kebingungan dengan berbagai keterbatasan teori dan pengalaman terkait dengan disertasi. Coba saya temui beberapa kawan yang sudah lebih dulu lanjut studi. Maksud dari hal itu agar mendapat petunjuk. Hasilnya, mayoritas kawan menyampaikan proposal tersebut tidak harus ideal. Boleh dikata yang penting ada. Toh, nanti juga akan mengalami perubahan pemikiran seiring dengan bertambahnya wacana keilmuan pasca pembelajaran dikelas.

Mendengar penjelasan tersebut, ternyata belum juga mengobati kegundahan dalam pikiran. Sekali lagi coba saya meminta arahan kawan yang saya rasa beliau ini orang yang ideal hampir dalam segala hal. Teman terakhir menyarankan “sebaiknya memang proposal disusun dengan sebaik-baiknya dan lebih bagus lagi misalnya tema proposal sudah tepat, sangat mungkin bisa dilanjutkan menjadi tema proposal disertasi diakhir studi”. Harapannya seiring bertambahnya wacana keilmuan dan pengalaman tema penelitian tersebut dapat dilengkapi segala sesuatunya menjadi bahan ujian proposal.

Alhamdulillah penjelasan teman terakhir mampu menjawab kegundahan. Meskipun muncul masalah baru terkait dengan masalah penelitian sekelas disertasi.

Demi menutupi kekurangan probadi, mulailah berjalan-jalan di beberapa jurnal terindeks scopus, membaca buku yang berhasil diunduh dari website penyedia buku dan buku cetak dirumah, membaca beberapa disertasi yang ada di repository beberapa perguruan tinggi ternama, mengikuti webinar online afirmasi research mahasiswa doktoral, menyimak beberapa konten ujian tertutup program doktoral dan menyimak konten metodologi penelitian dari beberapa profesor di youtube.

Pasca melakukan semua itu, mulailah menyusun proposal disertasi. Ternyata tidak mudah, beberapa kesulitan masih ditemui. Pikiran dipaksa untuk terus memproduksi ide yang dikemas dalam rangkaian kata dan jari terus mengiringi dengan tarian indahnya diatas keyboard. Belum puas memang, tetapi yang jelas usaha sudah maksimal. Selanjutnya tidak pasrah dengan ketentuan sang penguasa alam.


Tulungagung, 26 Agustus 2020.

 


1 komentar: