Hari Jumat,
31 Juli 2020 umat Islam seluruh penjuru dunia merayakan hari raya Idhul Adha
atau yang biasa disebut hari raya Qurban. Hari raya ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu
kehadirannya.
Menurut
perspektif fikih berkurban merupakan sebuah kesunahan. Imam Malik, Asy Syafi’I,
Abu Yusuf, Ishak bin Rahawaih, Ibnu Mundzir, Ibnu Hazm, dan lainnya berpendapat
“ qurban itu hukumnya sunnah bagi orang yang mampu (kaya), bukan wajib, baik saat
melakukan perjalanan, mukim, ataupun saat mengerjakan ibadah Haji.
Ukuran “mampu”
dalam menunaikan kurban ini sepertihalnya kemampuan dalam bershadaqah. Seseorang
dikatakan mampu jika memiliki kemampuan setelah terpenuhinya semua al hajat
as asasiyah dan al hajat al kamaliyah. Jika seseorang masih dalam
kondisi membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka terbebas
dari hukum kesunahan dalam berkurban (al Jabari, 1994)
Dasar hukum
kesunahan dalam berkurban ini sebagai firmal Allah dari al-Qur’an :
"maka
dirikanlah (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah" (TQS Al
Kautsar: 2).
Dan juga
sebuah haditsnya rasulullah:
"Aku diperintahkan (diwajibkan) untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah" (HR. At Tirmidzi).
Lain hal, bila kurban tidak dilakukan oleh orang yang sudah dalam kategori mampu maka hukumnya makruh. Sabda Nabi SAW:
"barangsiapa
yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali
ia menghampiri tempat shalat kami" (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Al Hakim,
dari Abu Hurairah RA Menurut Imam Al Hakim, hadits ini shahih. Lihat Subulus
Salam IV/91).
Hari raya qurban mengingatkan kisah nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail anaknya. Dimana dalam kisah terbut mengajarkan nilai ketauhidan sejati kepada Allah. Nabi Ibrahim sebagai orang tua yang mampu mengesampingkan rasa kasih sayang kepada anak dan memprioritaskan ketaatan kepada Allah. Sedangkan Nabi Ismail mampu memposisikan diri sebagai anak yang membawa cahaya dengan ketaatan kritisnya.
Bermula
dengan terjadinya peristiwa besar diatas, misi social dikembangkan berupa
pemotongan hewan qurban. Pemotongan hewan qurban merupakan bentuk riil kepekaan
si kaya terhadap si fakir miskin.
Hari raya
qurban betul-betul tersirat sejuta makna yang berniai tinggi. Kebermaknaan
qurban tidak akan pernah sirnah ditelah waktu. Berkurban bukan semata-mata
mandek pada persoalan pembuktian ketauhidan. Tetapi leih luas lagi yaitu pengimplementasian
nilai-nilai kemanusiaan.
Meskipun duduk
persoalan qurban sudah begitu jelas masih ditemukan fenomena di tengah umat,
berqurban hanya semata-mata hanya sebagai rutinitas. Penyembelihan hewan qurban
jauh sekali dari kebermaknaan yang melekat pada peristiwa tersebut.
Pada satu
waktu terdapat sahabat yang bertanya kepada Rasulullah, "apakah maksud
qurban ini?" Beliau menjawab, Sunnah Bapakmu, Ibrahim."
Mereka bertanya lagi, "apa hikmahnya bagi
kita?" Beliau menjawab, "setiap rambutnya akan mendatangkan satu
kebaikan." Mereka bertanya, "apabila binatang itu berbulu?"
Beliau menjawab, "pada setiap rambut dari bulunya akan mendatangkan
kebaikan" (HR Ahmad).
Berdasarkan hadits diatas sudah sepentasnya
qurban ini jangan hanya dimaknai memperoleh satu kemuliaan saja. Misalkan hanya
dimaknai sebagai rutinitas tahunan maka hanya kepuasan psikologis saja yang
diperoleh.
Islam
dalam syariatnya menjelaskan bahwa ibada qurban memiliki dua dimensi. Pertama
adalah dimensi spiritual-transendental sebagai konskuensi logis seorang hamba
kepada sang pencipta. Hal ini dapat diartiken lebih luas, bahwa sebetulnya
qurban tidak hanya dilakukan setahun sekali, namun dilakukan setiap saat.
Mengapa harus dilakukan setiap saat? Sebab, sebagai wujud konkrit dalam ber-taqarrub
kepada Allah.
Dimensi
kedua yaitu dimensi social humanis. Dimensi Sosial humanis terindikasi dari
pola pendistribusi hewan qurban. Pendistribusian hewan qurban dikhususkan bagi
para mustahiq. Dimensi kedua ini memang tidak seyogyanya dibiarkan berdiri
sendiri artinya harus didahului dengan semangat ketauhidan. Qurban yang
dilakukan harus diniatkan karena Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar