Selasa, 18 Agustus 2020

Memaknai Pengalaman Sebagai Guru Menuju Sukses

 

Setiap kita adalah orang hebat. Jika masih tidak percaya ingatlah keberhasilanmu diwaktu kecil

Percaya diri merupakan modal dasar menuju keberhasilan. Maka, percaya diri harus dimiliki oleh setiap orang. Ya, bagi orang yang ingin sukses.

Berbekal kepercayaan diri yang mustahil menjadi mungkin, dan yang sulit menjadi mudah. Kemudian pertanyannya seberapa besar rasa percaya diri ada dalam dirinya ? Kepercayaan diri dapat ditumbuhkan dengan mengingat keberhasilan dimasa lalu.

Banyak keberhasilan yang dicapai setiap orang dimasa kecilnya. Bahkah mungkin tak dapat dihitung dengan jari. Masa Balita saja, berapa banyak keberhasilan yang sudah kita raih?

Berikut pertanyaan sederhana yang mengingatkan akan kesuksesan dimasa lalu.

Adakah yang langsung bisa berlari?

Adakah yang langsung bisa berbicara?

Adakah yang langsung bisa makan dan minum?

Adakah yang langsung bisa memakai baju?

Capaian yang sampai hari ini kita rasakan membutuhkan proses dan perjuangan Panjang. Satu capaian bisa berlari saja butuh proses. Ada yang harus dilalui dengan urutan tahapan-tahapan capaian berikut mulai dari mengerakkan badan kenan dan kiri sampai akhirnya bisa berlari.

Semua kebutuhan yang kita capai hari ini membutuhkan proses. Dalam berproses dibutuhkan semangat, konsistensi, dan keteguhan hati. Secara sederhana dua hal yang dilakukan para pencapai sukses diwaktu balita yaitu belajar dari orang dewasa dan terus mencoba. Kegagalan selalu berbanding lurus dengan upaya mencoba. Benar saya kira apa yang dikatakan oleh Mario Teguh

Semakin sering mencoba semakin sering besar kemungkinan untuk behasil

Hampir semua orang pernah sukses dalam sejarah hidupnya. Hanya saja, sering kali kesuksesan itu dilupakan begitu saja. Seolah-olah ia merasa orang paling tidak berbakat. Ujungnya Kepercayaan diri begitu rendah. Menyerah sebelum perang. Gagal sebelum berusaha.

Seandainya setiap orang mengingat betul keberhasilannya dimasa lalu. Kepercayaan diri akan tumbuh kembali.

Tulungagung, 19 Agustus 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar