Minggu, 30 Agustus 2020

KUNCI SUKSES HAKIKI

 


Sukses dalam hidup merupakan hal yang dianggap penting oleh sebagian besar orang. Sukses pada umumnya adalah kepemilikan harta melimpah, menjadi pejabat dilingkungan kerja, gelar yang berjejer, dihormati dimana-mana dan lain sebagainya. Benarkah hal tersebut menggambarkan kesuksesan seseorang?

Terlalu remeh temeh saya kira, jika kesuksesan hanya diukur dari semua itu. Ada yang yang lebih tepat untuk dijadikan indikator sukses yaitu menjadi orang yang bernilai.

Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik, selalu ingin diketahui, dan diidam-idamkan sebab mampu menarik perhatian serta mampu menyenangkan (Kees Bartern).

Makna secara sederhana, nilai merupakan sesuatu yang dianggap berharga. Artinya nilai itu bukan kita yang menentukan , tetapi orang lain. Sebagaimana pendapat Mardigu Wowiek, “Nilai Anda, bukan Anda yang menentukan, tetapi nilai orang lain yang di sematkan di dalam diri Anda”

Berapa nilai kita? semua terserah lingkungan. YA, SEMUA TERSERZH ORANG LAIN. Kita hanya dapat mengupayakan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Keberhasilan mencapai nilai tinggi bisa dikatakan keberhasilan hidup. Siapapun yang memiliki nilai tinggi ia mampu mengukir sejarah hidupnya dan ikut mewarnai sejarah kehidupan orang disekitarnya.

Diri kita ini seperti hanya barang dagangan, jika barang dagangan tidak bernilai maka, tidak akan muncul harga penawaran. Tidak akan ada yang mau membeli meski murah sekalipun atau bahkan diberikan gratis. Orang enggan menerimanya.

Mengapa hal ini tejadi? Munculnya sebuah penghargaan terhadap sesuatu selalu didasarkan pada azas kebermanfaatan. Ya, apa manfaatnya? Misalkan barang tersebut memiliki manfaat besar tentu banyak yang rela berebut mendapatkannya atau bahkan membayar mahal.

Titik fokus disini adalah manfaat.  Manfaat selalu berbanding lurus dengan nilai. Semakin besar manfaat kita, tentu semakin besar nilai kita. Hal ini sejalan dengan hadits rasulullah, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR Ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-AuSath, Juz VII, hal. 58). Tidak perlu menunjukkan siapa kita, selama memiliki manfaat bagi orang lain tentu ada harga yang pantas.

2 komentar:

  1. Keren, kesuksesan yang sebenarnya adalah di saat seorang manusia dapat memberikan manfaat bagi sesamanya.

    BalasHapus